Cirebon | arintanews
Salah satu destinasi wisata bersejarah yang wajib dikunjungi di Cirebon, yakni Goa Sunyaragi. Goa ini disebut sebagai Taman sari Sunyaragi. Nama Sunyaragi berasal dari kata sunya, yang artinya sepi dan ragi yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menjelaskan, tujuan didirikan gua ini sebagai tempat peristirahatan dan meditasi Sultan Cirebon.
“Goa Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon,” pungkas Wandi Sofyana.
Kompleks Goa Sunyaragi terdiri dua bagian, yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam.
Bangunan Goa Sunyaragi seperti gunung dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar kompleks bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar, dan pintu dalam berbentuk paduraksa.
Masih kata Wandi Sofyan, bentuk bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Maka disebut sebagai Taman Air Goa Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks goa dikelilingi oleh danau – kini danau tersebut sudah mengering.
Destinasi bersejarah ini bentuk sangat unik, karena terbuat dari batu karang. Unsur arsitektur Hindu sangat kental pada bangunan Goa Suryaragi. Saluran-saluran air terbuat dari batu bata merah berukuran besar, seperti batu bata merah zaman kerajaan Jawa kuno.
Beberapa bangunan di kompleks gua memiliki fungsi masing-masing di masa lalu. Mande Beling misalnya, biasa dipergunakan sultan untuk beristirahat saat mengunjungi Sunyaragi. Mande Beling berbentuk joglo berpagar kayu dengan pecahan beling (kaca) yang ditempel pada bagian bangunan.
Bangsal Jinem, adalah tempat sultan memberikan pengarahan atau wejangan kepada para pengikutnya. Bangsal juga dipergunakan sultan dan anggota kerajaan menyaksikan prajurit yang tengah berlatih perang atau bela diri.
Sementara Gua Pengawal berfungsi sebagai tempat berkumpul para pengawal dan pengiring sultan. Ada pula Gua Pande Kemasan yang digunakan untuk membuat senjata seperti keris, tombak, dan barang logam lain.
Di sini pun kita bisa masuk ke dalam gua-gua kecil yang ada di dalam kompleks. Menyusuri lubang-lubang sempit. Dulu sepertinya kompleks ini dikelilingi kolam. Hal itu terlihat jejaknya, berupa tanah yang agak menjorok ke bawah.
Melewati sebuah jembatan kecil berbahan beton, sepertinya jembatan tambahan, bukan asli. Kita juga akan melewati sebuah bangunan berbentuk joglo yang bernama Bale Kambang. Di bawahnya terlihat bekas sebuah kolam. Kemudian menelusur ke dalam celah-celah gua yang sempit.
Selain danau, di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias. Ada juga hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton.
