Bogor | arintanews
Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kabupaten Bogor menyatakan kekecewaan terkait Rakerda DPD KNPI Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Hotel Lor In Sentul, Rabu (28/10/2020). Kekecewaan tersebut didasari, undangan kegiatan yang diterima oleh pihak GM FKPPI satu hari sebelum (H-1) kegiatan berlangsung.
Hal itu dijelaskan Ketua GM FKPPI Kabupaten Bogor, Hirja Roses yang menjelaskan bahwa undangan tersebut baru pihaknya terima pada Selasa (27/10/2020) sore kemarin.
“Saya baru menerima undangan pada tanggal 27 Oktober pukul 17.00 WIB, sementara tertulis di undangan tersebut dikeluarkan pada tanggal 19 Oktober. Padahal, mereka setiap hari rapat di sebelah markas komando (mako) GM FKPPI, apa sulitnya memberikan undangan tersebut kepada kami yang berada didalam gedung yang sama,” tegasnya kepada wartawan saat dikonfirmasi ketidakhadirnya di acara tersebut.
Untuk itu, Roses mengungkapkan, GM FKPPI mengambil sikap untuk maju bergerak sendiri tanpa melibatkan KNPI selaku induk organisasi pemuda tersebut. “Biarlah kita maju tanpa didukung KNPI. Yang paling terpenting GM FKPPI 10.04 Kabupaten Bogor tetap berada di garis terdepan mendukung program panca karsa Pemda Kab. Bogor untuk Memajukan Kab. Bogor,” bebernya.
Lebih lanjut Roses menyatakan, GM FKPPI Kabupaten Bogor tidak akan menyetujui apapun hasil dari Rakerda DPD KNPI tersebut. “Manajemen DPD KNPI Kabupaten Bogor yang ‘Porak poranda’ tidak mencerminkan profesionalitas dalam bekerja menjalankan roda organisasi. Kepengurusan DPD KNPI Kab. Bogor tidak bisa dijadikan ‘contoh’ yang layak bagi organisasi kepemudaan,” tutupnya. (rein)









