Jakarta – Arintanews
Tak bisa dipungkiri, geliat bisnis barang haram telah merambah ke seluruh pelosok dunia. Bisnis barang haram ini menjadi ancaman serius seluruh bangsa. Kejahatan yang tergolong sebagai transnational crime (kejahatan lintas batas negara). Penanganannya pun niscaya membutuhkan aparat yang professional, dan melibatkan aparat yang mampu membangun jaringan nasional maupun internasional.
Tidak seperti bisnis lain, bisnis narkotika dalam berkomunikasi dan berinterkasi di antara pengedar menggunakan komunikasi sendiri. Dr. Edison Bonar Tua Hutapea, M.Si , penulis buku Simbol Dibalik Realitas Pecinta Narkoba menjelaskan, agar tidak mudah diketahui oleh penegak hukum, mereka menggunakan komunikasi non verbal, menggunakan bahasa simbol, yang hanya dimengerti komunitas pengedar saja.
“Ada kesepakatan bersama diantara mereka untuk menggunakan simbol. Sebab narkoba bukan barang komersial yang mudah dijual kepublik secara terbuka atau legal. Melainkan illegal, sebab melanggar hukum, hingga komunitas pengedar menggunakan Bahasa simbol saat berkomunikasi,” ujar pria lulusan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini, Jakarta, Kamis (3/12).
Edison menambahkan, simbol yang mereka gunakan tidak selalu sama. Setiap wilayah punya bahasa simbol sendiri-sendiri. Masing–masing wilayah mengkonstruksi realitas, dan ada kesepakatan diantara mereka untuk memaknai simbol. Ini didasarkan karena penjual mempunyai satu ikatan sosial yang kuat.
“Agar tidak mudah terbongkor, mereka saling menjaga rahasia masing-masing. Bahkan pendatang baru, tidak dapat langsung berinteraksi, harus melalui perantara. Yaitu orang yang sudah dikenal lama dalam komunitas mereka,” pungkas Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Bung Karno ini.
Hal serupa dengan pengguna, menurut Edison, mereka juga menggunakan simbol-simbol dalam berkomunikasi dan interaksi. Tujuannya, supaya interaksi diantara pengguna narkoba menjadi nyaman dan aman. Itu dibangun karena adanya kepercayaan sosial diantara anggota. Bahkan dalam suatu masa, komunitas pengguna narkoba akan mengggunakan bahasa simbol sendiri – yang berbeda dengan bahasa simbol terdahulu . Setiap generasi pengguna narkoba memilik simbol sendiri. (Ajo)
