Sedikitnya 364 gereja yang ada di Jakarta Utara akan dijaga petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Penjagaan gereja ini merupakan bagian dari operasi lilin 2020 yang digelar mulai Senin 21 Desember hingga 4 Januari 2020.
Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasrudin mengatakan, dalam rangka operasi lilin, pihaknya akan menurunkan 1.500 personel yang disebar ke 8 wilayah Jakarta Utara.
“Nantinya petugas gabungan akan melakukan pengamanan dan upaya antisipasi keramaian,” ujar Waka Polres usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Metro Jakarta Utara Senin 12 Desember 2020.
Terkait pengamanan gereja, pihaknya akan melakukan standar sterilisasi obyek vital, dimana selain pasukan organik akan ada pasukan gegana yang akan menyisir kawasan gereja secara berkala.
“Meski diterapkan protokol kesehatan yang hanya membolehkan 50 jemaat untuk melakukan ibadah, namun pengamanan tetap menjadi prioritas,” ujar Nasrudin.
Sementara itu Kabag Dalop Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Hardi mengatakan, pengerahan satuan jihandak merupakan prosedur tetap pengamanan obyek vital.
Nantinya akan ada 8 tim satuan gegana yang bersiaga di delapan pos pengamanan operasi lilin. Secara berkala, tim ini akan melakukan penyisiran di setiap gereja yang ada.
Delapan pos tersebut yakni, Koja, Penjaringan, Pademangan, Kelapa Gading,Tanjung Priok, Cilincing, Pelabuhan, dan di Benyamin Sueb.
“Di tiap pos tersebut ada berapa gereja, maka tim gegana secara berkala berkeliling melakukan penyisiran,” ujar Hardi.
Terakhir Hardi mengatakan kesuksesan operasi Lilin 2020 menjadi tanggung jawab semua pihak. Masyarakat memiliki peran untuk bersama menjalankan protokol kesehatan, sementara para petugas akan memastikan keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan ibadah. []









