Depok | Arintanews
Dadang sebagai wakil Satgas Covid menyampaikan bahwa di SMPN 2 Depok terdapat Satu kasus Covid-19. “Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa di SMPN 2 ini ada satu kasus positif Covid-19, kemarin sudah dilakukan tes PCR terhadap 50 kontak erat, skrng tinggal menunggu hasilnya 1 sampai 2 hari, kalu sudah ada hasilnya nanti saya sampaikan”ujar Dadang.
Ia juga mengatakan bahwa Pelajaran Tatap Muka (PTM) ini menjadi klaster baru baru penyebaran Covid-19, akan ada penutupan sekolah apabila terjadi penyebaran Covid-19. “Kita masih menggunakan peraturan awal, jika ditemukan Satu kasus maka sekolah itu akan dilakukan penutupan selama seminggu, dan pihak Puskesmas akan melakukan tracing dan testing terhadap kontak berat”tambahnya.
Saat ini sedang dilakukan Swab Antigen keliling untuk sekolah-sekolah, bila ditemukan kasus positif maka akan dilakukan testing lebih lanjut bagi kontak berat, bahkan bisa satu sekolah melakukan testing. Saat ini di Depok PTM masih tetap berjalan namun dengan mematuhi prokes yang ketat.
Wakil satgas menghimbau kepada seluruh warga terutama orang tua agar menjaga prokes dan melakukan vaksinasi bagi yang belum melakukan vaksinasi himbauan juga agar anak-anak di pakai kan masker dengan benar. Arahan yang di sampaikan oleh wakil satgas covid 19 pergerakan setiap kerumunan itu berpotensi untuk penularan dan pembelajaran di rumah bagi yang sakit di harap kan tidak sekolah.
Sebelumnya, SMP 10 juga terdapat kasus positif tapi saat ini kasusnya sudah selesai dan sekarang SMPN 2 yang terdapat kasus positif Covid-19. “Smp 10 yang sudah selesai waktu itu, itu sudah tuntas, lalu smp 2 yang kena dampak covid”tukas Dadang.
Terkait perbedaan pencapaian vaksinasi Kemenkes dan Dinkes sudah di kembangkan. “Target vaksinasi Depok 1,6 jt dari target penduduk 2,4 jt. Hasil survey penduduk BPS itu penduduk Depok 2 jt maka kami mengusulkan koreksi ,target kepada Kemenkes ada informasi 70 % dari data Disdukcapil byname byaddres Disdukcapil kita 1,8 jt. Target vaksinasi kita itu 1,3 jt”tutupnya.(cr-2.pal).
