Depok | Arintanews
Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Depok pada Rabu, 10 November 2021. Aksi damai tersebut diawali dengan longmarch dari Jalan Kartini sampai di depan kantor Wali Kota dan menyuarakan aspirasinya. Unjuk rasa yang berlansung sekitar satu setengah jam ini berjalan dengan damai dan kondusif.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan ada 500 peserta yang hadir di wali kota depok,mereka mempunyai Lima Point tuntutan. “Yang pertama jelas, kami menuntut dicabutnya Undang-Undang Cipta Kerja agar di hapus.”ujarnya
. Menurutnya bahwa Undang Undang Cipta Kerja ini tidak berpihak pada buruh-buruh yang bekerja.
Selanjutnya, point Kedua dalam tuntutan ini adalah para buruh Depok mendesak adanya kenaikan upah 10 persen. “Kita ketahui hari ini kenaikan sembako luar biasa, dari harga minyak, telur dan lain-lain, itu lebih dari 10 persen naiknya. Karen itu kami menuntut kenaikan upah minimun 10 persen,” tuturnya.
Tuntutan Ketiga, para buruh mendesak agar tetap memberlakukan undang-undang yang sudah ada, sebab Undang-Undang Omnibuslaw sampai saat ini masih digugat di Mahkamah Konstitusi atau MK.Terkait hal itu, Wido juga menuntut agar diberlakukan Upah Minimun Sektoral atau UMSK.
“Karena kami ada sektor-sektor, ada sektor Elektonik, Pariwisata, Otomotif dan lain sebagainya. Maka dari upah minimun itu wajib diundangkan dan disahkan.” ujar WIdo.
Kemudian, dalam tuntutan yang ke-Empat, para buruh Depok mendesak agar pemerintah mencabut surat edaran menteri yang melarang Bupati atau Wali Kota merekomendasikan upah minimun.“Yang terakhir, atau point ke Lima, kami mendesak PKB (Perjanjian Kerja Bersama) tanpa Omnibuslaw.”
lanjut Wido. Wido menilai, PKB yang ada di perusahaan-perusahaan saat ini sudah mencapai tingkat yang lebih baik dari Undang-Undang Omnibuslaw.
Lebih lanjut ia mengatakan, aksi pada hari ini baru pemanasan, sebab akan ada aksi lanjutan jika sejumlah tuntutan tersebut tak digubris. Wido mengklaim, nantinya jumlah massa yang turun ke jalan akan lebih besar dari aksi sekarang.(cr-2.pal).









