Depok | Arintanews
Walikota Depok Mohammad Idris mengklarifikasi Empat orang warga Depok yang terpapar virus Omicron sebelumnya, terdapat dua informasi yang disampaikan Walikota saat apel terdapat dua orang warga yang terpapar, namun ada Empat kasus, bukan Enam, satu kasus pertama berawal dari warga Depok pulang dari luar negeri namun langsung diisolasi, tidak masuk ke Depok.
“sebelumnya saya dapat informasi ada dua, ternyata yang dua informasi itu yang saya sampaikan juga pada saat apel dan ternyata kasus yang sama. Jadi sebenarnya ada empat kasus, bukan enam. Yang satu kasus pertama ini pulang dari luar negeri tapi langsung diisolasi, tidak masuk ke depok. Tapi memang beralamat di Depok,”Ujar WaliKota Depok Mohammad Idris
Untuk kasus kedua ini kasusnya sekarang posisi orang tersebut ada di luar negeri karena memang terdeteksi omicronnya di luar negeri, memang sempat pulang cuti lalu balik lagi ke tempat kerjanya (di luar negeri) dan dinyatakan terdeteksi di luar negeri. Kasus ketiga dan Empat ini adalah nenek dari kasus ketiga, yang kasus ketiga ini memang pulang dari Jawa Timur naik kereta api dan terpapar covid dan dideteksi ternyata omicron dan neneknya tertular dari cucunya. Dan keduanya sudah kembali ke tempat tinggalnya, di depok ada rumahnya jadi disitu sempat isolasi tapi pulang sekarang sudah di jakarta kembali dan sudah dinyatakan sembuh keduanya.
Sementara itu Walikota menjelaskan Kita meneruskan arahan pemerintah pusat dalam hal ini Mendagri terkait dengan PPKM Level 2 Kota Depok bersama jabodetabek, Kota Kabupaten Jabodetabek disitu ada prokes yang harus ditaati dan sudah kita turunkan dalam SE untuk PPKM level 2 kepada masyarakat.
“Kusus untuk Omicron kami sedang draft untuk PPKM atau proken untuk antisipasi penyebaran omicron di Depok. Untuk yang level 2 sudah kami antisipasi dengan SE terkait dengan disiplin prokes ikuti ketentuan PPKM Level 2 dari Inmendagri,” paparnya
Selain itu WaliKota juga berharap agar masyarakat waspada, tidak panik. memang epidemiolog mengatakan penyebaran omicron lebih dahsyat penyebarannya dari delta tapi dari sisi serangan yang memilukan itu tidak seperti varian lain, dia sangat ringan.
“Kami memohon kepada masyarakat yang belum di vaksin, agar segera vaksin dan kita sedang menyusun rekapitulasi warga masyarakat yang siap booster untuk vaksin yang ketiga bagi yang belum mendapatkan booster. Dengan vaksin warga dan masyarakat aman. Harapan kami tetap kita berbaik sangka, tidak ada praduga praduga yang negatif terhadap informasi dari pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah untuk kebaikan kita semua. PPKM Level 2 ini karena memang penghitungannya Jabodetabek, bukan hanya di Depok saja, tapi Depok sangat dekat dengan Jakarta, Jakarta terkait dengan kota dan kabupaten lain. Jadi harap tenang, tidak panik. Tetap aktivitas seperti biasa, beraktivitas ekonomi karena kita sedang pemulihan ekonomi tapi prokes tetap di jaga,”tandasnya (cr. 2fal)
