Jakarta | arintanews – Warga Rumah Susun (Rusun) Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat mengeluhkan buruknya pengelolaan limbah rumah tangga. Akibatnya sejumlah anak – anak terkena Demam Berdarah Deque (DBD).
“Di sini ada beberapa anak – anak sakit DBD. Itu bisa dilihat dari buruknya pengelolaan limbah, terlebih terjadinya kubangan air lantaran kurang baiknya sistem pembuangan air ke saluran,”kata RK salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Rusun Karang Anyar, Jumat (28/10/2022).
RK mengatakan para pegawai di Rusun Karang Anyar dinilai tidak peka terhadap kebersihan rusun. Kondisi tempat pengolahan limbah banyak dipenuhi sampah, jentik dan rumput liar.
“Kita di sini minta tolong pengurus untuk lakukan pengelolaan limbah yang benar. Sampah tolong dibersihkan, saluran diperbaiki agar tidak ada jentik nyamuk karena sirkulasi air tidak baik,” ungkapnya.
Hal yang sama, NN warga rusun lainnya mengaku cukup kecewa dengan pengurus Rusun Karang Anyar yang dinilai tidak peka terhadap lingkungan. Kondisi sarana prasarana seperti toilet sangat kotor padahal bangunan ini baru rampung dibangun.
“Baru ini saja toilet bersih karena ada acara terlebih para pejabat datang. Coba kalau tidak ada acara, aduh kotor sekali di sini,” keluhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Kadis PRKP) DKI Jakarta, Sarjoko mengatakan pihaknya akan mengecek terkait keluhan warga Rusun Karang Anyar.
“Kami akan cek keluhan warga yang tinggal di Rusun Karang Anyar,” singkat Sarjoko saat diwawancarai di Rusun Karang Anyar.(wng)









