Bandung I Arintanews – Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa terhadap duna jurnalistik, dan mencegah penyebaran berita hoaks, serta bermedia sosial yang baik. Ratusan pelajar SMA se-Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat mengikuti workshop Jurnalistik di SMA Negeri 1 Cipendeuy, Minggu (19/3/2023).
Dengan narasumber berasal dari kalangan dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bung Karno, diantaranya Faisyal, Salomon Andreas Mesak Babys, Dina Sudarmika, Galuh Sukmaranti, Abdul Haris dan Edik Prayitno.
Kegiatan workshop yang bertema Membangun Jiwa Literasi Melalui Jurnalistik ini dihadiri kepala sekolah SMA Negeri 1 Cipendeuy, Dedi Suanda, dan dibuka perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 6 Provinsi Jawa Barat, Badriaah, M.Pd.
Badriaah dalam sambutanya menjelaskan, kegiatan seperti sangat bagus untuk siswa-siswi sekolah. Akan meningkatkan kemampuan dan literasi siswa, baik dalam tulisan, audio dan video.
“Saat sekarang siswa harus mampu mengembangkan diri, dan menularkan pada masyarakat di luar sekolah. Begitu pula dengan sekolah, musti mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan – hingga keterampilan siswa terus meningkat,” ujar Badriaah.
Dalam kesempatan sama, Galuh Sukmaranti Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Bung Karno menuturkan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa seputar jurnalistik – terutama perkembangan jurnalistik di era digital. Seiring perkembang teknologi digital, jurnalistik berkembang dengan pesat.
“Jurnalistik sekarang sudah beralih kedigital, tidak lagi seperti dulu masih mengandalkan teknologi cetak. Platform sosial media kini digunakan jurnalistik dalam menyebarkan informasi ke pembaca,” terangnya.
Hal serupa disampaikan Dedi Suanda, kegiatan ini sangat bermanfaat dan penting buat siswa-siswi. Kedepan, sebaiknya terus diselenggarakan – agar siswa paham tentang jurnalistik.
Deva Rasya salah satu peserta menyampai, ia sangat senang bisa ikut workshop ini, dan setelah mengikuti workshop jurnalistik ini dia akan membagikan ilmu ke pada teman-teman sekolahnya.
Selain diajarkan tentang jurnalistik, workshop juga diisi dengan materi penyebaran berita hoaks di media sosial – dengan harapan siswa dapat bermedia sosial dengan baik. Tidak mudah terpengaruh berita hoaks, dan tidak ikut memproduski berita hoaks, serta tidak ikut menyebarkan berita hoaks.









