Bandung Barat | Arintanews – Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ripqi Ahmad Sulaeman menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya anggota KPPS yang, meninggal dunia akibat kelelahan.
Menurutnya, Mumuh layak menjadi pahlawan demokrasi yang ikut serta dalam menyukseskan pemilu 2024.
“Diakui, sistem kerja petugas KPPS pada Pemilu 2024 cukup berat sampai ada yang meninggal dunia akibat kelelahan,” kata Ripqi.
Seperti diketahui, anggota KPPS yang meninggal dunia setelah bertugas pada Pemilu 2024 itu yakni Mumuh Machroni (58), warga asal Kampung Babakan Cianjur, RT 04/10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB.
Menurutnya, petugas KPPS ini pekerjaannya cukup berat. Akan tetapi kalau bisa mengatur waktu untuk istirahat tentunya, kondisi kesehatannya akan terjaga.
“Sebetulnya, kata dia, sistem kerja KPPS pada Pemilu 2024 ini tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2019 yakni terlibat dalam pemungutan hingga penghitungan suara untuk lima jenis pemilihan,” ujarnya.
Memang tidak berhenti, jadi ada beberapa yang sakit tapi kalau ada yang sampai dirawat di rumah sakit, lanjut dia, pihaknya belum menerima laporan.
“Terakhir Pak Mumuh sempat ke rumah sakit, tidak lama kemudian beliau meninggal,” ucapnya.
Sebelum pelaksanaan Pemilu 2024 ini, pihaknya sudah melakukan pengecekan kesehatan bagi anggota KPPS untuk antisipasi adanya petugas yang meninggal dunia seperti yang dialami Mumuh Machroni.
“Sebetulnya pak Mumuh juga sudah dicek kesehatan dan dari hasil screening hasilnya sehat. Mungkin dia cape setelah bertugas di TPS, harusnya beristirahat tapi ada aktivitas lagi,” ucap Ripqi.
Atas adanya kejadian ini, pihaknya mewanti-wanti para petugas KPPS di KBB harus menyisakan waktu untuk beristirahat setelah bertugas dalam pekerjaan yang berkaitan dengan Pemilu 2024.
“Jangan dulu melakukan aktivitas yang lain, jadi kita berharap seperti itu,” katanya. (Gatot).









