Bandung Barat | Arintanews – Ngakunya debt colector ternyata perampas kendaraan roda dua. Aksi tersebut menimpa seorang pria inisal E (18) merupakan warga jalan Cikidang, RT03/RW03, Langensari, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, belum lama ini.
Aksi perampasan sepeda motor yang terjadi di depan SMK Bina Wisata, Jl. Mutiara 1, Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), itu sempat terekam cctv.
Dalam tangkapan layar tersebut, diketahui terduga pelaku berjumlah dua orang memepet pemotor yang tengah melintas. Kemudian kedua pelaku tersebut membawa korban ke gang sempit.
Erna Melani (40) orang tua korban sekaligus pemilik motor mengatakan, terduga pelaku beraksi dengan berpura-pura mengaku sebagai debt collector.
“Pelaku memilih secara acak kendaraan yang dipilih, kemudian mencari tahu nama pemilik kendaraan dengan bantuan sebuah aplikasi,” ucap Erna.
Dia mengaku, saat kejadian Senin (12/2/2024), sekitar pukul 15.00 WIB. Kebetulan motor di pake sama anak (E). Lanjut dia, itu memang motor cicilan tidak ada masalah dengan pembayaran.
“Tapi, saat dijalan anak saya di pepet dua orang dan diberhentikan masuk ke gang sekolah SMK Bina Wisata ngaku dari leasing, anehnya dia tau nama pemilik motor yaitu saya,” kata Erna.
Erna menambahkan, dengan berbekal surat berita acara serah terima kendaraan barang jaminan (BASTKBJ) diduga palsu itu, korban didesak untuk menyerahkan unit sepeda motornya.
Mengetahui kabar dari sang anak, Erna kemudian mendatangi kantor Federal International Finace (FIF) di jalan Grand Hotel Lembang untuk memastikan kendaraan tersebut.
Dikantor FIF, salah seorang petugas itu menyebutkan bahwa surat yang ditunjukan debt colector itu adalah surat palsu. Terlebih, pihak FIF tidak pernah mengeluarkan surat apa lagi sudah ada UUD tidak boleh mengambil di jalan.
Erna pun melanjutkan laporannya ke Polsek Lembang. Ternyata Erna merupakan korban ke empat di hari yang sama pada kasus perampasan kemdaraan roda dua bermodus penarikan motor di jalan.
Ia menduga ini merupakan sindikat, pihaknya dibantu kepolisian terus melakukan pengejaran untuk menangkap terduga pelaku, modus tersebut, kata Erna, sangat meresahkan warga di wilayah Lembang.
Ia berharap, kasus tersebut segera terungkap, pasalnya begal dengan modus debt collektor marak terjadi diwilayah Lembang dan merugikan debitur (konsumen).
Hingga saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami kasus tersebut dan akan melakukan pengejaran terhadap pelaku. (Gatot).
