Kabupaten Bandung | Arintanews – Kelelahan menjadi penyebab jatuh sakit hingga meninggal dunia anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati Mosjasari, Selasa (27/2/2024).
Berdasarkan data Dinkes Kabupatrn Bandung, hingga saat ini ada sebanyak 235 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung sakit akibat kelelahan dalam proses pemilu 2024 ini. Tak hanya sakit, belasan di antaranya ada yang meninggal dunia.
“Sebelum hari pemilihan dari H-3 sudah ada petugas pemilu yang berobat. Kebanyakan yang sakit itu berobat jalan,” kata Yuli.
Untuuk mengantisipasi kejadian pascapemilu 2019 lalu, pihaknya pun melakukan pendataan secara khusus bagi panitia pemilu yang ada di Kabupaten Bandung.
“Pendataan secara khusus itu nantinya akan dijadikan data rujukan dalam pengambilan kebijakan penanganan kesehatan para petugas pemilu,” ucapnya.
Untuk datanya, lanjut dia, diambil dari 62 puskesmas yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung. Pendataan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi agar kejadian 2019 tidak terulang.
“Dari data yang tersedia kami akan lebih mudah untuk memberikan surat rekomendasi terhadap petugas yang sakit dan membutuhkan perawatan,” tuturnya.
Kendati begitu, dirinya menjelaskan di Kabupaten Bandung, rata – rata petugas hanya mengalami kondisi sakit ringan sehingga hanya diberikan pengobatan jalan dan bukan rawat inap.
“Totalnya itu ada 235 orang yang mendapat pengobatan dari mulai h-3 pemilu, dari ratusan itu tidak ada yang rawat inap karena hanya sakit ringan saja, jadi setelah mendapat perawatan dan obat yang dibutuhkan petugas kami izinkan melanjutkan perawatannya di rumah masing – masing,” ungkapnya.
Sementara itu, sepanjang pemilu 2024 di Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 19 petugas pemilu yang mengalami sakit. Penyebanya rata-rata akibat kelelahan.
“Dari 19 petugas tersebut, sembilan orang meninggal dunia. sebelum hari pemilihan Rabu (14/2) dan 10 lainnya diketahui meninggal pasca pemilu berlangsung,” ujarnya. (Gatot).
