Bandung Barat | Arintanews – Sedikitnya 10 rumah warga dan satu sekolah dasar (SD) di Kampung Cigombong, RT 04/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampak bencana pergerakan tanah.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan evakuasi. Diketahui, pergerakan tanah terjadi pada 19 Februari lalu.
Kepala Desa Cibedug, Engkus Kustendi mengatakan, pihaknya melaporkan ke BPBD Bandung Barat beberapa hari kemudian setelah kejadian setelah kondisi di lokasi kejadian dinilai aman.
“Petugas BPBD kemudian melakukan assessment terkait bencana tersebut. Dampak dari pergerakan tanah tersebut, tercatat ada 10 rumah rusak berat, 44 rumah terancam. Kejadiannya itu awalnya 19 Februari, tapi sampai sekarang semakin parah,” kata Engkus.
Sejauh ini, diameter tanah ambles hingga mencapai 50 sentimeter lebih. Ada 10 rumah rusak dan satu sekolah kerusakan cukup parah.
Agar tidak menghambat aktivitas serta proses evakuasi, warga membuat jalan alternatif supaya bisa dilintasi kendaraan lantaran. “Pergerakan tanah itu juga menyebabkan jalan kampung mengalami kerusakan,” tambahnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin mengatakan dugaan awal penyebab pergerakan tanah itu karena hujan deras yang mengguyur selama tiga hari ditambah kondisi permukaan tanah yang labil.
“Dugaan sementara awal kejadian karena hujan deras berhari-hari dan tanah labil. Cuma kita harus pastikan lagi penyebabnya berdasarkan kajian pihak terkait seperti Badan Geologi,” ungkap Asep.
Ia mengimbau, kepada warga yang terdampak dan terancam pergerakan tanah untuk tidak kembali kerumah dulu saat hujan deras turun terlebih dimalam hari.
“Potensi pergerakan tanah masih akan terjadi saat hujan deras. Maka kita imbau agar mengungsi termasuk yang rumahnya terancam. Informasinya hari ini juga semakin meluas dampaknya,” tandasnya. (Gatot).
