Jakarta I Arintanews – Layanan Palang Merah Indonesia (PMI) yang tidak banyak diketahui masyarakat, yakni layanan ambulan dan mobil Jenazah. Dua layanan ini dipastikan gratis.
Sekretaris Jenderal PMI Jakarta Pusat, Guntur Aritonang memastikan jika seluruh markas PMI yang ada di Jakarta memiliki ambulan dan mobil Jenazah. Hal ini merupakan bentuk konkret PMI dalam kerja kerja kemanusiaan.
“Masyarakat banyak yang belum mengetahui jika di PMI ada layanan ambulan dan mobil jenazah gratis,” ucap Guntur saat memberi sambutan pada kegiatan kepalangmeraahan di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Guntur memastikan seluruh kantor PMI di Jakarta stand by 24 jam untuk melayani ambulan dan mobil jenazah. Dirinya juga menegaskan jika ada relawan yang meminta uang atas layanan ambulan dan mobil jenazah bisa segera di laporkan ke Markas PMI di lima wilayah kota.
Guntur menyadari sinergitas media massa dengan PMI sangatlah krusial. Pasalnya selama ini masyarakat hanya mengetahui donor darah dan bulan dana. Padahal sebenarnya banyak layanan PMI yang tujuannya untuk kemanusiaan.
“Disinilah pentingnya peran media untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait kerja kerja para relawan PMI, dengan demikian masyarakat bisa teredukasi dan dapat merasakan layanan PMI,” ujar Guntur.
Senada dengan Guntur, Asep Djunaidi Kepala Kantor PMI Jakarta Pusat mengatakan eksistensi PMI sebagai organisasi non profit terus terjaga karena pada dasarnya PMI itu merupakan organisasi yang independen.
Asep mencontohkan, jika ada korban kebakaran di lahan sengketa, kemudian pemerintah setempat melarang PMI memberikan bantuan. Hal tersebut dapat ditolak mentah-mentah. Sebab PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang tidak terikat pihak manapun.
“Meskipun setiap tahun PMI mendapat anggaran dari pemerintah setempat, namun pemerintah tidak bisa mengintervensi tugas tugas PMI,” ucap Asep.
Dirinya juga mengatakan bahwa layanan ambulan dan mobil jenazah merupakan realisasi dari penyerapan anggaran yang didapat dari pemerintah.
“Untuk itu, sangat disayangkan jika masyarakat banyak yang tidak tahu layanan ini, padahal layanan ini gratis dengan catatan untuk wilayah DKI Jakarta saja,” ucapnya. (Wong)









