Cimahi | Arintanews – Warga Cimahi dan sekitarnya rela berdesakan dalam antrean untuk mendapatkan kebutuhan pokok, khsusnya beras.
Agar tercipta suasana kondusif, dilakukan Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2024 di Kota Cimahi diserbu ribuan warga sejak Senin pagi, (1/4) pukul 08.00 WIB.
Diketahui harga komoditas bahan pokok di pasaran jelang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah saat ini tergolong masih sangat tinggi.
Apel siaga pengamanan pasokan dan harga pangan jelang Idul Fitri inu dilaksanakan mulai 1 April 2024 di 38 Provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia yang dilakukan secara serentak.
Warga Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Salsa Salsabila (35) mengaku, dirinya mengantre untuk memeroleh bahan pokok murah sejak pagi hari. “Saya ngantre sejak tadi jam setengah sembilan pagi,” kata Salsa.
Kata dia, dirinya hendak membeli harga pangan murah berupa beras, telur, dan minyak kelapa. Karena itu kan kebutuhan primer sehari-hari.
Menurutnya, adanya kontroling harga pangan tersenut, sangat membantu meringankan dalam mendapatkan kebutuhan pokoknya dengan harga komoditi lebih murah. Sehingga, dirinya tidak keberatan harus mengantre dan berdesak-desakan.
“Ngantre gak masalah. Yang terpenting perhatian dari pemerintah bisa membantu kebutuhan keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya Ratna Suminar (40), menyebutkan, selisih harga bahan pokok cukup berbeda. “Murah disini, makanya kami berbondong-bondong ke sini,” jelasnya.
Diterangkan Ratna, harga minyak goreng Rp 14.000 kg, Beras 53.000 untuk empat Kg, serta telur 28.000 perKg.
“Tentunya beda, minyak dipasar Rp 14 ribu/liter, beras yang paling murah Rp15 ribu, kalau minyak kelapa Rp 15/16 ribu,” tuturnya.
Diakui Ratna, dengan adanya Apel Siaga Pengamanan Pasokan Harga Pangan sangat membantu warga Cimahi. “Alhamdulillah, kita merasa teringankan meskipun kita berharap, sembako murah ini bukan hanya untuk kali ini aja,” pungkasnya. (Gatot).
